Tujuan & Sasaran

1.    Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran dari Misi yang menunjukan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang. Tujuan bersifat kualitatif ataupun kuantitatif, dimana waktu pencapaiannya dalam jangka waktu menengah. Dalam menetapkan tujuan, diperhatikan nilai-nilai, lingkungan, dan faktor-faktor kritis yang mempengaruhi keberhasilan. Tujuan strategis yang telah ditetapkan BPLH Kabupaten Karawang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, dan didalamnya menyangkut penjabaran tiap tahun terdiri dari 5 (lima) tujuan, yaitu:

  1. Terkendalinya pencemaran dan kerusakan lingkungan, yang merupakan penjabaran dari misi ke-1;
  2. Terwujudnya upaya pemeliharaan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup secara terencana dan berkelanjutan, yang merupakan penjabaran dari misi ke-2;
  3. Terciptanya data dan sistem informasi lingkungan hidup yang akurat dan mudah diakses, yang merupakan penjabaran dari misi ke-3;
  4. Terciptanya hubungan yang sinergis antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan penaatan hukum, yang merupakan penjabaran dari misi ke-4;
  5. Terwujudnya sumberdaya manusia aparatur, pelaku usaha dan masyarakat yang profesional dan berkualitas di bidang lingkungan hidup, yang merupakan penjabaran dari misi ke-5;

2.    Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam  kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Kriteria penentuan sasaran yaitu  spesifik, terukur dan dapat dinilai, berorientasi pada hasil, serta dapat dicapai pada kurun waktu tertentu. BPLH Kabupaten Karawang menetapkan 15 (lima belas) sasaran strategis dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, yang didalamnya mencakup penjabaran tiap tahun yaitu:

Sasaran Strategis yang merupakan penjabaran dari Tujuan Strategis ke-1 :

1.   Menurunnya tingkat pencemaran dan perusakan lingkungan, indikatornya antara lain:

      a)  Jumlah industri yang menerapkan produksi bersih
      b)  Tersedianya dokumen rencana induk pengelolaan limbah industri (zona, pemukiman dan perkotaan)
      c)  Jumlah industri yang dipantau
      d)  Jumlah sampel kualitas lingkungan yang tidak melebihi baku mutu
      e)  Jumlah potensi sungai yang ada di wilayah Kabupaten Karawang dan sumber  pencemaran.
 
2.   Meningkatnya ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan hidup, indikatornya antara lain:
       a)  Jumlah industri yang mempunyai dokumen lingkungan
       b)  Jumlah perusahaan yang menerapkan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
       c)  Jumlah perusahaan yang memiliki perizinan di bidang lingkungan hidup
       d)  Tersedianya regulasi, sosialisasi dan koordinasi di bidang lingkungan hidup
 
3.   Meningkatnya sistem perencanaan lingkungan yang berkelanjutan, indikatornya antara lain:
       a)  Tersedianya KLHS Kabupaten Karawang
       b)  Tersedianya RPPLH Kabupaten Karawang
 
4.   Meningkatnya sarana dan program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, indikatornya antara lain:
       a)  Jumlah sarana penunjang laboratorium yang memadai
       b)  Jumlah sampel kualitas lingkungan hidup
       c)  Jumlah kawasan/zona yang menerapkan Eco Industrial
 
Sasaran Strategis yang merupakan penjabaran dari Tujuan Strategis ke-2:
 
1.    Meningkatnya upaya konservasi SDA dan lingkungan hidup, indikatornya antara lain:
      a)  Jumlah OPD yang melaksanakan Eco Office
      b)  Jumlah tanaman di sepanjang sempadan sungai
      c)  Jumlah kecamatan yang menerapkan pemanfaatan sampah (3 R)
      d)  Jumlah pohon produktif
      e)  Tersosialisasinya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
 
2.   Menurunnya tingkat kerusakan lahan dan hutan, ekosistem laut dan keanekaragaman hayati, indikatornya antara lain:
      a)  Jumlah penduduk yang memahami ekosistem pantai dan hutan
      b)  Jumlah penduduk yang memahami manfaat terumbu karang
      c)  Jumlah penduduk yang memahami manfaat pengendalian abrasi pantai
      d)  Jumlah kawasan pesisir dan laut yang dievaluasi
      e)  Jumlah flora dan fauna ciri khas Karawang yang dilindungi
      f)  Jumlah daerah tertanggulangi bencana lingkungan
 
Sasaran Strategis yang merupakan penjabaran dari Tujuan Strategis ke-3:
 
1.    Berkembangnya sistem dan akses informasi lingkungan hidup daerah, indikatornya antara lain:
       a)  Tersedianya peta rawan bencana
       b)  Tersedianya buku SLHD yang dapat berfungsi sebagai dasar pengambilan kebijakan
       c)  Adanya pemeliharaan dan pembaruan data website lingkungan hidup daerah
       d)  informasi status kerusakan lahan dan tanah menjadi dasar pengambilan kebijakan
 
2.   Meningkatnya pemahaman para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan, indikatornya antara lain:
       a)  Adanya kerjasama dengan media massa dalam sosialisasi pengelolaan lingkungan
 
Sasaran Strategis yang merupakan penjabaran dari Tujuan Strategis ke-4:
 
1.     Meningkatnya hubungan yang sinergis dalam upaya pengelolaan lingkungan, indikatornya antara lain:
        a)  Jumlah Koordinasi yang efektif dalam kegiatan adipura
        b)  Jumlah penanganan permasalahan pencemaran dan kerusakan lingkungan
        c)  Jumlah sekolah yang telah menerapkan budaya lingkungan dan Adiwiyata
 
2.    Meningkatnya hubungan yang sinergis dalam penaatan hukum, indikatornya antara lain:
       a)  Tersedianya Peraturan Daerah Pengelolaan & Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH)
       b)  Tersedianya Perda Lab Lingkungan
       c)  Jumlah orang yang paham mengenai Peraturan Perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan peraturan pelaksanaannya.
 
Sasaran Strategis yang merupakan penjabaran dari Tujuan Strategis ke-5:
 
1.     Meningkatnya kapasitas dan profesionalisme aparatur dalam bidang lingkungan hidup, indikatornya antara lain:
        a)  Jumlah aparatur yang menerapkan hasil dari pendidikan formal
        b)  Jumlah aparatur yang menerapkan hasil dari pendidikan non formal
        c)  Jumlah tenaga PPNS bidang Lingkungan
 
2.     Meningkatnya kapasitas dan profesionalisme pelaku usaha dalam bidang lingkungan hidup, indikatornya antara lain:
         a)  Jumlah industri yang telah melaksanakan EPCM
 
3.     Meningkatnya kapasitas dan wawasan masyarakat dalam bidang lingkungan hidup, indikatornya antara lain:
         a)  Jumlah kader lingkungan yang kompeten terhadap lingkungan hidup
 
4.     Meningkatnya kedisiplinan, profesionalisme aparatur BPLH, indikatornya antara lain:
         a)  Jumlah pelaporan kinerja  dan keuangan
         b)  Jumlah Pembinaan pegawai dan pemutakhiran data pegawai
 
5.      Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur yang menunjang pelaksanaan tugas instansi, indikatornya antara lain:
         a)  Jumlah fasilitas administrasi penunjang perkantoran
         b)  Jumlah ketersediaan sarana dan prasarana aparatur